Kamis, 01 Desember 2016

SEMBILAN (9) NAMA SETAN PENGGODA MANUSIA



SEMBILAN (9) NAMA SETAN PENGGODA MANUSIA
بسم الله الرحمن الرحيم
1.       ZAILATUN
Bertugas menjerumuskan para pedagang di pasar agar berdusta, sumpah palsu, mengurangi timbangan dan melakukan kecurangan dalam akad jual beli.
2.       WAWATSIN
Bertugas menggoda orang-orang yang terkena musibah agar tidak sabar, galau, suka mengeluh, putus asa dan marah-marah.
3.       AKWAN
Bertugas menyesatkan dan mempengaruhi remaja dan para pemimpin supaya selalu berbuat zhalim, menjauhi hal-hal yang ma’ruf dan menyenangi kemungkaran.
4.       HAFAF
Setan ini bertugas menyesatkan dan menjerumuskan kaum muslimin agar suka meminum khamer (mabuk-mabukan), berjudi (mengundi nasib) dan melakukan perzinahan.
5.       WAMURAH
Bertugas menjerumuskan para penyanyi dan pemusik untuk mendendangkan atau menciptakan lagu-lagu penuh maksiat dan serta lagu-lagu yang mengandung unsur-unsur kebebasan tanpa etika.
6.       LAQWAS
Bertugas menghasut atau mempengaruhi manusia untuk setia menyembah sesuatu selain Allah ‘Azza wa Jalla (berbuat musyrik atau syirk).
7.       A’WAR
Bertugas mempengaruhi dan menggoda laki-laki untuk melakukan zina dan melakukan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. Setan ini mempengaruhi mata laki-laki untuk membakar nafsu syahwatnya.
8.       AL-WASNAN
Bertugas untuk menghasut dan mempengaruhi manusia agar malas beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
9.       DASIM
Bertugas menghasut dan menggoda suami/istri untuk melakukan penyelewengan atau perselingkuhan agar terjadinya perceraian di dalam sebuah rumah tangga.
Itulah nama-nama setan beserta tugasnya yang dikabarkan oleh Umar bin Khaththab radhiya Allahu ‘anhu.
Apapun yang namanya setan akan senantiasa berusaha menggoda dan menyesatkan manusia dalam kefasikan, kemaksiatan, kemusyrikan dan kekufuran.
Hendaklah kiranya sebagai orang yang beriman kita selalu dan selalu berusaha mendekatkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dari godaan setan yang terkutuk… Aamiin.
Semoga bermanfaat untuk menambah keimanan kita… Jazakumu Allahu ahsanal jaza’. Semoga yang menyempatkan mengucapkan Aamiin dijauhkan dari gangguan setan-setan tersebut.

PELAJARAN DARI SITI HAJAR RA.



PELAJARAN DARI SITI HAJAR RA.
Oleh Dimyati Sajari

Di antara rangkaian ibadah haji dan umrah adalah Sa‘i antara Shafa dan Marwah. Hal ini berdasar Firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baytullah atau ber‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya…” (QS Al-Baqarah: 158).
Sa‘i (merupakan bentuk mashdar dari kata sa‘a-yas‘a-sa‘yan yang berati “berusaha, berkerja, berjalan, berlari”) itu sendiri merujuk kepada peristiwa Siti Hajar Ra. di dalam mencari air. Peristiwa ini bermula dari habisnya perbekalan yang dibawa Siti Hajar. Setelah perbekalan habis, maka Hajar tidak duduk termangu dan menangis putus asa menyesali nasib atau tidak duduk berpangku tangan sembari mengharapkan keajaiban, tapi dia “serahkan” anaknya kepada Allah dan dia tinggalkan untuk mencari air. Dia berlari-lari mencari air dari Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Jerih payah Hajar itu tidak mendatangkan hasil. Dengan sedih ia kembali ke tempat anaknya. Namun, di tengah-tengah kedukaannya itu ia terkejut: Anak yang ditinggalkannya dalam keadaan haus dan meronta-ronta di bawah “penjagaan” Allah itu ternyata telah menggali pasir dengan tumitnya dan dari tempat yang tidak disangka-sangka itulah keluar air yang ia cari-cari. Inilah air Zamzam.
Meski air itu tidak didapatkan di tempat Hajar mencari air, tetapi dari sudut logika, air itu tidak mungkin diperoleh kalau Hajar tidak meninggalkan Ismail dan tidak membiarkan Ismail menangis meronta-ronta menjejak-jejakkan tumitnya ke pasir. Oleh karena itu, kisah Siti Hajar ini mengandung beberapa pelajaran yang dapat dijadikan acuan. Pertama, keimanan Siti Hajar yang kuat bukanlah iman yang menghasilkan sikap pasrah kepada Allah tanpa adanya usaha, tapi justeru merupakan pendorong utama akan lahirnya etos kerja mencari penghidupan.
Kedua, air (rezki) itu diperoleh Siti Hajar melalui usaha atau setelah usaha. Hal ini berarti, Allah telah menjadikan usaha sebagai sarana untuk menganugerahkan rezki-Nya sehingga Allah tidak akan memberikan rezki kepada hamba-Nya, termasuk kepada Siti Hajar, kalau hamba itu tidak berusaha.
Ketiga, Siti Hajar tidak mendapatkan air itu di tempat dia mencari, tapi di tempat anaknya Ismail. Artinya, bisa saja Allah tidak memberikan rezki di tempat hamba-Nya berusaha, tapi di tempat lain yang tidak diduga-duga sebelumnya. Di sini berlaku yarzuqhu min haytsu la yahtasib (Dia memberinya rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka), yang boleh jadi jauh lebih besar dibanding yang didapat di tempat kerja.
Keempat, usaha yang ditempuh atas dasar kesucian (Shafâ) itu berakhir di Marwa, yang bermakna “kemurahan dan kemaafan.” Maknanya, hasil usaha tidak untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk orang lain, seperti air Zamzam yang bukan hanya untuk Hajar dan Ismail. Kalau ternyata orang yang ikut menikmati hasil usaha itu tidak tahu terima kasih, maka berlapang dada memaafkannya. Wallahu a‘lam.

MENGENAL DAJJAL DAN TURUNNYA NABI ISA DI AKHIR ZAMAN



MENGENAL DAJJAL DAN TURUNNYA NABI ISA DI AKHIR ZAMAN


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ .
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang dari kamu telah membaca tasyahhud, maka bermohonlah perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal. HR. Bukhari-Muslim
Hadis tentang Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah tentang empat perkara itu cukup banyak. Sebagian hadis meriwayatkan bahwa Rasulullah senantiasa memohon perlindungan dari empat perkara itu di setiap akhir shalatnya. Aisyah r.a. pun berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah s.a.w. senantiasa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal ketika dalam shalatnya. Hal ini menunjukkan bahwa masalah fitnah Dajjal tidak kalah mengerikannya dibanding dengan siksa neraka, siksa kubur serta fitnah kehidupan dan kematian. Bahkan, Rasulullah pernah bersabda bahwa sejak Allah s.w.t. menciptakan Nabi Adam a.s. sampai hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada fitnah Dajjal. Oleh sebab itu, Rasulullah senantiasa membaca doa itu dan menganjurkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah di setiap akhir membaca tasyahud dari empat perkara tersebut.

Pengertian Dajjal
Ibn Manzhûr dalam kitabnya Lisânul ‘Arab mengatakan bahwa dajalad-dujailu-dajjâlatu berarti “minyak cat yang sangat hitam (= tir).” Kata ad-dajlu berarti “tempat minum dari kulit yang telah dilumuri dengan cat (tir) tebal.” Kemudian, kata ad-dâjil berarti “orang yang menipu dan mendusta” dan orang yang suka berdusta disebut dajjâl.
Ada yang mengatakan bahwa kata ad-dajjâl berasal dari kata ad-dajli yang berarti “tutup.” Seorang pendusta disebut dajjâl karena dia menutupi kebenaran dengan kebatilan.
Selanjutnya, kata Dajjal merupakan kata Arab yang lazim digunakan untuk istilah "nabi palsu". Namun, secara syara’ istilah Ad-Dajjal merujuk pada sosok "Penyamar" atau "Pembohong" yang muncul menjelang hari kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal ("Al Masih Palsu"). Dalam kata lain, istilah Dajjâl secara syara’ adalah seorang pendusta di akhir zaman yang matanya juling, di keningnya terdapat stempel ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman, yang berasal dari keturunan yahudi dan tampil sebagai raja yahudi, dan yang membuat fitnah (kerusakan) di muka bumi selain di Mekkah dan Madinah sampai ia mati dibunuh oleh Al-Masih Ibn Maryam.

Asal-usul Dajjal
Dajjal berasal dari keturunan Yahudi. Dia merupakan seorang manusia, bukan jin atau makhluk halus lainnya. Hanya saja, dia termasuk manusia yg ditangguhkan ajalnya (minal munzharin), seperti halnya Nabi Isa a.s. yg diangkat oleh Allah s.w.t. ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya diturunkan kembali ke atas bumi ini.
Ayah Dajjal merupakan seorang yg tinggi dan gemuk, dan hidungnya seperti Paruh burung. Ibunya juga seorang perempuan yang gemuk. Ada pendapat yang mengatakan bahwa asal keturunan bapaknya adalah seorang Dukun Yahudi yg di kenali dengan "syaqq" dan ibunya dikatakan berasal dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman a.s. dan mempunyai hubungan dengan makhluk halus. Ia, kemudian, ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara oleh Nabi Sulaiman. Walau begitu, kelahiran dan kehidupan masa kecil Dajjal tidak diketahui dengan jelas.
Dajjal Sudah Ada sejak Nabi Nuh a.s.
Berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w., maka dapat diketahui bahwa Dajjal telah ada sejak Nabi Nuh a.s., tetapi Nabi Nuh dan nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. belum pernah memberitahukan ciri-ciri fisiknya. Nabi Muhammadlah yang memberikan gambaran tentang Dajjal, sebagaimana sabdanya:
1.      “Sesungguhnya aku memperingatkan kamu tentang Dajjal dan semua para Nabi sebelum ini memperingatkan kaumnya mengenai Dajjal. Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan oleh para Nabi sebelum ini kepada kaumnya. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur dan tidak buta.”
2.      Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Perhatian! Aku akan menceritakan kepada kamu tentang Dajjal apa yang belum diceritakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya. Dia akan datang membawa bersamanya seperti surga dan neraka. Surga yang dibawa oleh Dajjal itu sebenarnya adalah neraka. Aku memperingatkan kamu (dalam masalah Dajjal) sebagaimana Nabi Nuh memperingatkan kaumnya.
3.      Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Tiada seorang Nabi pun yang diutus melainkan dia memberi peringatan (yang menakutkan) kepada umatnya tentang penipu yang buta sebelah matanya. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya dan Tuhan kamu tidak buta sebelah matanya dan ditulis di antara dua mata Dajjal Kaf Fa dan Ra (Kafir).
4.      Dari Huzaifah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Dajjal adalah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai surga dan neraka. Nerakanya itu merupakan surga dan surganya merupakan neraka.

Dajjal Berjumlah Tiga Puluh

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Dajjal itu tidak hanya satu, tetapi berjumlah tiga puluh orang.
1.      Abu Hurairah berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: pada akhir zaman nanti akan datang kepadamu dajjal-dajjal pendusta (dajjâlûn kadzdzâbûn)… HR. Muslim.
2.      Abu Hurairah berkata: Nabi s.a.w. bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga 30 dajjal pendusta muncul. Mereka semua menyatakan dirinya sebagai Rasul Allah (kulluhum yaz‘umu annahu rasûlullâh).“ HR. Muslim dan at-Turmudzi.
3.      Abu Hurairah berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga keluar tiga puluh dajjal. Mereka semua mengklaim sebagai rasul Allah.” HR. Abu Dawud.
4.      Abu Hurairah berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga keluar tiga puluh dajjal pendusta. Mereka semua berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.” HR. Abu Dawud.

Tempat Keluarnya Dajjal

Tempat keluarnya Dajjal dari arah timur, yaitu dari Khurasan, dari kampung Yahudiyyah di kota Ashbahan. Kemudian dia mengembara ke selurah penjuru bumi. Tidak ada satu pun negeri yang tidak dimasukinya kecuali Makkah dan Madinah, karena kedua kota suci ini selalu dijaga oleh malaikat. Dalam hadis Fatimah binti Qais disebutkan bahwa Nabi s.a.w. bersabda mengenai Dajjal yang artinya : Ketahuilah bahwa dia berada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, ia akan datang dari arah timur. Apa itu dari arah timur? Apa itu dari arah timur... Dan beliau berisyarat dengan tangannya menunjuk ke arah timur." HR.Muslim.

Di hadis lain Rasulullah bersabda: Dajjal akan keluar dari bumi ini di bagian timur yang bernama Khurasan." HR At-Turmudzi.

Rasulullah juga bersabda: Dajjal akan keluar dari kampung Yahudiyyah kota Ashbahan bersama tujuh puluh ribu orang Ashbahan." HR. Ahmad.

Berdasarkan hadis-hadis itu Ibnu Hajar berkata, "Adapun mengenai tempat dari mana Dajjal keluar, maka secara pasti ia akan keluar dari kawasan timur."

Dajjal Tidak Mampu Memasuki Kota Makkah Dan Madinah
Dalam hadis Fatimah binti Qais Radhiyallahu 'anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan, "Maka saya akan keluar dan mengembara di bumi, dan tiada satu pun tempat kecuali saya masuki selama empat puluh malam kecuali Makkah dan Thaibah (Madinah), karena kedua kota itu diharamkan bagi saya untuk memasukinya. Apabila saya hendak memasuki salah satu dari kedua kota tersebut, saya dihadapi oleh malaikat yang menghunus pedang untuk menghardik saya, dan pada tiap-tiap lorongnya ada malaikat yang menjaganya.” HR.Muslim.

Diriwayatkan pula bahwa Dajjal tidak akan memasuki empat buah masjid, yaitu masjidil Haram, Masjid Madinah. Masjid Thir, dan masjid Al-Aqsho. HR. Ahmad.

MEWUJUDKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG ISLAMI



MEWUJUDKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG ISLAMI
Oleh Dimyati Sajari
Email: dimyati@uinjkt.ac.id
HP        : 081310649098
بسم الله الرحمن الرحيم

Sekolah yang Islami adalah sekolah yang di situ nilai-nilai keislaman telah diwujudkan atau diterapkan. Nilai-nilai keislaman atau nilai-nilai yang Islami adalah nilai-nilai yang bersumber dari wahyu (al-Qur’an dan al-Sunnah). Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Islami berarti berusaha mewujudkan nilai-nilai yang Islami di lingkungan sekolah, sehingga di lingkungan sekolah itu tercermin nilai-nilai keislaman.
Indikator sekolah yang Islami adalah sekolah yang sarana dan prasarana keagamaannya memadai, semisal masjid/mushalla, tempat wudhu, toilet, dan bak/tong sampah.
Di samping itu, simbol-simbol keagamaan tercermin di lingkungan sekolah, seperti nama-nama gedung yang Islami dan ditulis juga dengan Bahasa Arab, nama-nama ruang klas, ruang guru, ruang kepala, dan tembok pagar yang ditulis pula dengan Bahasa Arab.
Unsur keberhasilan sebuah penanam nilai yang sangat ditekankan oleh Imam al-Ghazali adalah unsur ta‘diyah (pembiasaan). Nilai-nilai yang Islami di lingkungan sekolah yang perlu dibiasakan untuk dipraktekkan, di antaranya, adalah:
1.      Saling mengucapkan salam ketika bertemu dengan yang lain.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى اللهُ عليه وسلَم: يَا اَيُّهَاالنَّاسُ أَفْشُوْا السَّلَامَ...
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ...
2.      Saling berjabatan tangan dengan yang sejenis kelamin.
 قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى اللهُ عليه وسلَم: مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصًافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا. رواه ابوداود
3.      Berpakaian muslim atau muslimah
4.      Murid menghormati guru dan guru menyayangi murid
5.      Membezuk yang sakit
6.      Membantu yang lemah
7.      Pembelajaran diawali dan diakhiri dengan membaca al-Qur’an
8.      Menjaga kebersihan
وَعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضى اللهُ عنهما قال: أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلّى اللهُ عليه وسلَم بِسَبْعٍ: بِعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ، وَاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ، وَقَشْمِيْتِ الْعَاطِسِ، وَنَصْرِ الضَّعِيْفِ وَعَوْنِ الْمَظْلُوْمِ، وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ، وَاِبْرَارِ الْقَسَمِ. رواه البخارى
Al-Barra’ bin ‘Azib r.a. berkata: Rasulullah Saw menyuruh kami dengan tujuh macam: 1. Membezuk orang sakit; 2. Menghantarkan jenazah; 3. Mendoakan orang bersin (yang membaca Alhamdulillah); 4. Menolong orang lemah; 5. Menolong orang teraniaya; 6. Menebarkan salam; dan 7. Menepati sumpah.
وارحمهما كما ربّينى صغيرا
الحمد لله ربّ العلمين
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates